Sunday, September 11, 2005

Coffee, Kaffee,Kopi,Cafe,Bebida,Kahvi,Ka-pi















Aku sejak di Jerman, baru mengenal apa itu kopi. Dan karena aku harus banyak belajar dan aku kalau belajar selalu malam, aku mencari cara agar nggak ngantuk. Also aku minum kopi. Kopi pertama yang aku minum haya kopi susu biasa.Mmm aku kira nggak ada specialnya.

Tapi sejak 2 tahun ini, sejak aku melihat Starbucks& Tchibo.Aku semakin tertarik dg kopi. Sebenarnya aku pertama tertarik dg idee marketingnya mereka.

2 tahun yang lalu aku pergi ke kota sebelah, kota Mühlheim. Di sana ada yang buka toko Starbucks ( Amerika ). Aku benernya cuma iseng ae mau beli titipan kopi buat temanku yang ada di Aachen.
Aku bilang ''mas aku mau beli kopi nih''( tentunya pakai bhs Jerman ), masnya tanya'' mau yang mana ? expresso roast, kafee bland,bla..bla..bla...''. Aku'' MMm hah...apa itu ? nggak paham '' trus dia tanya mau minum kopinya bagaimana nona?'' mau pakai mesin kopi normal, pakai mesin expresso, french kofee, bla..bla..'' , sambil dia tunjukin biji Coffee dan ceritain aku bagaimana dan perbedaan kopi itu di olah dan di goreng. Mas tadi kayak guru pada saat itu hampir 45 menit dia jelasin aku ttg perbedaan kopi dan bijinya.
MMmm aku jadi mikir, aku tuh cuma mau beli kopi do'ang....kok jadi kayak mau beli parfum ya....
Akhirnya setelah hampir 1 jam di sana, akhirnya aku beli 500 gr kopi, yang harganya 5€.Dan Masnya ingetin aku bagaimana cara minumnya kopi itu.
Dan memang benar....kopi itu enak sekali.Sejak itu aku berexperiment ttg kopi. Dan kopi kesukaanku adalah Kafee Latte.
Ini di bawah ada cerita2 dr Mas itu yang aku rangkum...semoga bermanfaat deh.


Coffee

Proses pengorengan biji kopi sangat penting untuk menghasilkan secangkir kopi yang beraroma. Apabila digoreng, biji kopi hijau mengembang menjadi menjadi dua kali lebih besar dr ukuran awalnya , bertukar warna dan kepadatan. Apabila biji kopi menyerap panas, warnanya bertukar menjadi kuning dan kemudian coklat "kayu manis" lembut. Semasa pengorengan,akan kelihatan minyak pada permukaan biji kopi. Biji kopi akan berubah warna , semakin gelap sehingga pemanasan dihentikan.


Jika dipanaskan sedikit saja,biji kopi akan mendapatkan rasa asal" - rasa yang terhasil pada biji kopi dari keadaan tanah dan cuaca dilokasi ia ditanam. Biji kopi dari kawasan terkemuka seperti Jawa dan Kenya biasanya hanya perlu dipanaskan sedikit saja, segera muncul rasa dan ciri-cirinya .

Apabila biji kopi semakin kehitaman menjadi gelap, aroma asal biji kopi ditenggelami oleh aroma proses penggorengan itu sendiri. Pada penggorengan garing, "aroma goreng" begitu kuat sehinggakan sukar menentukan asal biji kopi yang digunakan dalam proses tersebut. Biji kopi yang digoreng dijual menurut kadar pengorengan, dari "Gorengan Kayu Manis Ringan (Light Cinnamon Roast)" - "Gorengan Vienna (Vienna Roast)" - "Gorengan Perancis (French Roast)" dan selanjutnya. Garis pemisah antara gorengan amat garing dan "hangus" menjadi perdebatan. Tidak seperti yang disangkakan, gorengan garing dan kopi yang lebih kuat rasanya tidak mempunyai lebih (caffeine) berbanding gorengan ringan.

Ragam dan ciri kopi menyesuaikan kopi produk hasil dr suatu negara. Untuk memenuhi cita rasa kawasan tertentu dalam negara; sebagai contoh, setin serbuk kopi yang dibeli di Tenggara atau Timur Laut Amerika Syarikat akan mengandungi gorengan lebih garing berbanding pembungkusan yang serupa yang terdapat di tengah Amerika Serikat.

Pada abad ke 19, kopi biasanya dibeli dalam bentuk biji kopi dan digoreng dalam kuali goreng. Pengorengan bentuk ini memerlukan kemahiran untuk dilakukan dengan baik, dan ditinggalkan apabila serbuk kopi siap digoreng kedap vakum hasilnya akan bagus. Malangnya, disebabkan kopi menghasilkan CO2 selama beberapa hari selepas digoreng, ia perlu dibiarkan / didiamkan sebelum boleh dikedap vakum. Disebabkan ini dua teknologi telah digunakan kini: Illy telah menggunakan tin tekanan dan kebanyakan bungkusan biji kopi digoreng disimpan dalam bungkusan dengan injap bebas tekanan. Masa kini, pengorengan dirumah menjadi popular kembali.

Pengorengan drum yang automatis ( bercomputer ) memudahkan pengorengan di rumah, dan beberapa orang hanya menggoreng biji kopi menggunakan oven atau pembuat jagung tembak (popcorn).
Setelah digoreng, kopi kehilangan rasanya dan aroma dengan cepat, walaupun disimpan dalam kotak/ pembungkus kedap oksigen yang melambatkan proses ini. Setelah proses pertama pengorengan, harus menunggu 24 jam untuk menghasilkan cawan pertama, dan para ahli kopi semua sepakat bahwa kopi akan kehilangan aroma dan kepahitannya setelah 1 mingguproses pengorengan, walaupun pada saat itu kopi tersebut di proses dalam keadaan sempurna.


How people drink their coffee

Black coffee is coffee with no milk.
White coffee is coffee with milk in it.
Cappuccino is espresso with frothed milk (milk mixed with air).
Latté is espresso with hot milk.
Café au lait is normal coffee with a lot of hot milk. It is often sweet.
Americano is espresso with a lot of hot water. It is weaker than normal espresso, but doesn't taste the same as normal coffee.
Irish coffee is coffee with whiskey and with cream on the top.
Vietnamese style coffee (Cafe Suo Da) :to make this, drop hot water though a metal filter into a cup. Then pour the coffee over ice into a glass with sweet condensed milk (thick milk; there is no water in it). This needs a long time because you need to make a lot of coffee.


Instant coffee

Instant coffee is dried coffee; people sell it as powder or granules (very small pieces). We make it by mixing the powder with hot water. The taste is very different to fresh coffee.

When people drink coffee

The United States buys the biggest quantity of coffee; Germany is next. People in Finland drink the most coffee. In Canada, the United States and Europe, some restaurants sell only coffee: we call them "cafés" or "coffeehouses" and they also sell tea, sandwiches, etc.
In some countries, e.g. those in northern Europe, people like having coffee parties. At these parties people have coffee and cake.
In many countries people drink coffee at work; in the United States and England, for example, people drink it in the morning. In other countries, e.g. Mexico, people drink it in the evening to "help them stay awake".


6 comments:

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

Bagus tulisannya, fotonya juga :D
Menurut aku kopi memnng menyenangkan. Rasa kopi tidak hanya tergantung pada biji kopinya, tetapi juga pda proses penyajiannya.
Dan bagi aku, cita rasa kopi sangat tergantung dengan suasana hati kita...

=Kopi=
Rasa dasarnya adalah pahit, tetapi bisa menjadi nikmat jika dipadukan dengan air panas dan gula, atau penambah rasa lainnya.
Kopi mampu memacu adrenalin kita, memompa darah kita lebih cepat, membuat kita bisa beraktivitas lebih sampai batas kemampuan kita...
Dalam satu sisi, kopi ibarat pasangan hidup kita...
Jika kita mampu mengolahnya, maka dia akan mampu memberikan suatu yg lebih pada hidup kita. Jika tidak, maka akan bisa menyebabkan darah tinggi... hehehe...

ambaradventure said...

artikelnya asyik Julia, fotonya juga...Jadi inget goreng kopi sendiri di Magetan (deket Gn Lawu tau kan...)

M.A. Sanjaya said...

apapun kopinya, yg enak ya es Kopi Susu :)

ambaradventure said...

Julia untuk buat kolase :
[1] donlod Picassa dan Hello disini :
http://www.google.com/intl/en/options/
[2] udah buka ajah picassa trus pilih yang mau di collage
[3] kirim ke blogger

Kalau belum sukses kirim imel ajah ya...

Anonymous said...

Ternyata blog julia dah kayak diary aja ya,cerita hidup yg cukup hanget.
Seneng sih baca2.ngomong soal kopi waktu kecil tetangga gua ada yg jualan bubuk kopi ato biji kopi yg sudah digoreng, gua pernah bantuin gorengin biji kopi tuh....hehehehe.
Waktu kecil gua emang suka bantu2 di dapur,suka bantu nyokap gua masak, gua bantu tetangga gua gorengin biji kopi....hehehe.
Gorengnya pake drum gitu,drumnya di buatin pintu kecil gitu di bagian lingkarnya,trus biji kopi dimasukin gitu aja..gua agak lupa. kalau gak salah ada kasih bumbu apa gitu,gak tau gula ato apa.ya maklum waktu itu masih umur 6 tahun kalau gak salah,dibawah drum di kasih api dan kita tinggal muter2 pegangannya....cuma lama dan capek ha..ha..ha,abis panas jg dekat apinya..